Rabu, 03 Desember 2014

SAKITNYA ITU DI SENYUMAN YANG MENAWAN

Dalam perjalanan menuju ke ngawi untuk menghadiri sebuah undangan pernikahan seorang teman mahasiswa fakultas agama islam jurusan pendidikan agama islam yang sedang menjalankan studinya semester tujuh yaitu sholihin al-awwali yang mana dia begitu merasa sangat senang dan bangga telah mengakhiri masa-masa bujangnya demi mencapai ridho allah s.w.t. tujuan kedepannya agar selalu dalam bimbingan keluarga dan para sahabat-sahabatnya menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah.
Terbesik dalam senyumannya banyak makna dan nilai-nilai tersembunyi menjadi makna sebagai ajang pedoman yang tak perlu di ketahui oleh seseorang, karena akan menjadi sebuah pencerahan misteri dari pancaran senyumannya untuk menenangkan hati agar semua orang menjadi senang dan bahagia, disitulah terletak dari diri sendiri bagaiman membawa seseorang menjadi sebuah pengalaman hidup kedepan.
Banyak orang yang tak mengetahui makna dari sebuah senyuman hanya menganggap sepele dalam aktifitas sehari-hari maupun dalam diri kita sendiri dan dalam lingkungan sekitar entah dari sahabat kerabat maupun yang paling terdekat dari diri kita yaitu keluarga dan sanak family, begitu nan indah jika kita mengetahui sebuah makna tersebut dari berbagai senyuman yang menawan disekitar kita “senyum adalah ibadah dan malu bagian dari iman”.
Perlu kita ketahui dari sebuah senyuman seorang wanita dan seorang pria sangat berbeda dalam artian makna yang tersembunyi di dalamnya dan situlah menjadi sebuah misteri yang tak bisa terungkapkan dalam sekejab saja akan tetapi membutuhkan waktu yang lama sehingga bisa membongkar semua apa yang tersembunyi contohnya salah satunya “coba kita melihat dari sebuah senyuman pengantin baru yang begitu menawan dan mempunyai makana masing-masing tersendiri jika ada respon kita akan membalasnya dengan senyuman yang tak bisa diungkapkan hanya bisa mengungkapkan selamat yah…bro..dan mbak…membukan lembaran baru dan doa’a yang terungkap “barokallahu lakuma wabaroka alaikuma wa jama’a bainakuma pikhoirin”.

Pasti ada yang terungkap sepatah kata apapun dari seorang yang belum membuka lembaran baru “saya kapan yah..? target umur berapa…? Ah…selesaiin dulu masa pendidikan yang saya jalani dan aku belum siapa jasmani dan rohani biarkan orang-orang sekitarku yang mampu menjalani lebih duluan demi menjalankan lembaran baru…justru mengungkapkan kepada sahabatnya keep smile yah brooo…!!! J kutunggu sehelai kertas yang bertuliskan UNDANGAN PERNIKAHAN J.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar