Rabu, 03 Desember 2014

Kondisi Pagar Jurang Paska Erupsi Gunung Merapi 2010

Sleman---Huntap pagar jurang, Kecamatan Cangkringan sebagai kawasan relokasi setelah erupsi Gunung Merapi 2010 yang dimulai 26 Oktober hingga pertengahan November 2010 dikarenakan tempat kawasan mereka tinggal sebelumnya tidak boleh ditempati lagi disebabkan tempat kawasan rawan bencana erupsi berasal dari Gunung Merapi sesuai dengan yang sudah ditetapkan UUD Perpres No. 70 2012. Rekompak (Rehabilitasi Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman berbasis Komunitas) merupakan program pemerintah sehingga menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktoral Jendral Cipta Karya. Perencanaan rehabilitasi dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, yakni menempatkan masyarakat menjadi pelaku utama dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi permukiman di wilayahnya sendiri. Pak Meizar mengungkapkan bahwa timnya menggerakkan masyarakat tidak hanya memindahkan masyarakat dari rawan bencana ke wilayah yang lebih aman atau membangunkan permukiman akan tetapi membangkitkan semangat masyarakat agar dapat bertahan hidup, tidak trauma, dan berpartisipasi seperti dalam bidang ekonomi kandang komunal, tempat usaha dan menyediakan fasilitas-fasilitas sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat setempat.
                                                  
Kawasan huntap berada di dua Kabupaten yaitu Kota Yogyakarta dan Kabupaten Megelang. Untuk daerah Kota Yogyakarta terdapat huntap sejumlah 18 titik sedangkan di Kabupaten Magelang terdapat 20 titik penempatan kawasan rehabilitasi dan rekonstruksi sector perumahan permukiman. Disetiap huntap pembagian fasilitas dari pemerintah sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat dengan pertimbangan fasilitas sosial lingkungan permukiman pembuatan rumah namun juga tentang mengembalikan kehidupan, membangun kembali komunitas, lingkungan dan modal sosial bersama. Karena itu pelaksanaan permukiman kembali sangat memerhatikan jarak terhadap sumber daya seperti lahan untuk rumput pakan ternak, lahan pertanian, pasar, layanan kesehatan dan jalur komunikasi dan hubungan dengan masyarakat lain. Dari segi spiritual warga huntap ini memiliki budaya yang bernilai kekeluargaan, kebersamaan, tempat ibadah, situs spiritual merupakan faktor utama yang menjadi perhatian. Dibeberapa huntap yang didampingi tim dari Rekompak dibangun fasilitas umum dan fasilitas sosial berupa rumah produksi, masjid, kandang komunal, posyandu dan balai warga.

Desain rumah, layout permukiman, dan fasilitasnya sejalan atau sesuai dengan cara hidup warga. Hal tersebut dapat mempengaruhi kehidupan perekonomian warga huntap. Kehidupan keluarga mereka semakin lebih baik daripada kehidupan mereka di tempat semula, sehingga adanya interaksi yang positif antara sesama warga di lingkungan huntap. Maka, terciptanya hubungan yang harmonis dan nyaman antara warga huntap dengan warga masyarakat sekitar huntap.
“Infrastruktur sudah memenuhi standar SNI yang mempersyaratkan Undang-Undang Pemukiman, juga yang mengatur jumlah penduduk, luas wilayah, dan fasilitas” begitu penuturan dari Bapak Wijang selaku Urban Design Rekompak JRF. “Bukan hanya infrastrukturnya saja tetapi juga social, display, showroom, mesjid, pekerjaan umum dan urusan pengelolaan limbah” tambahnya disela-sela acara Kenduri Budaya yang diadakan pada tanggal 20-21 November 2014. Kegiatan ini untuk menghibur warga huntap disekitar.

Pengolaan limbah komunal dan praktek tentang mengelola pemukiman dilakukan oleh warga huntap, karena dari pihak Rekompak hanya mendampingi saja agar tercipta masyarakat yang mandiri. “Bukan hanya sekedar benar namun dengan estetika agar lebih asri dan nyaman tutur Tim Rekompak.
Fasilitas di huntap ini sudah cukup tersedia namun ada beberapa fasilitas yang belum dikelola dengan benar. Misalnya saja, biogas yang belum dikelola karena beberapa perlengkapan belum terpenuhi. Menurut pengakuan Kepala Lurah Huntap Pagar Jurang, TPU yang masih belum terealisasi dengan baik. Sehingga perlu kesadaran dari masyarakat setempat untuk mengelola bak sampahnya. Karena masyarakat tidak terlepas dari limbah sampah, maka hal ini sangat penting bagi kebersihan lingkungan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar