Minggu, 14 Desember 2014

PRODI MAGISTER STUDI ISLAM UMY MENYELENGGARAKAN WORKSHOP BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI


UMY---- puluhan mahasiswa dan perguruan tinggi se-DIY mengikuti workshop bimbingan dan konseling islami yang diselenggarakan di Ruang Sidang Utama Gedung AR. Fakhruddin A Lt.5, sabtu(13/12).Workshop ini diprakarsai Magister Studi Islam UMY bertujuan untuk pemutakhiran teori-teori konseling actual dan meningkatkan kemampuan dan legitimasi konselor islam.
Karenanya konseling adalah upaya membantu individu belajar mengembangkan fithrah dan atau kembali kepada fithrah dengan cara memberdayakan iman, akal dan kemauan yang dikaruniakan allah kepadanya untuk mempelajari tuntunan allah dan rasulnya, agar fithrah yang ada pada individu berkembang dengan benar dan kokoh sesuai tuntunan allah SWT.
Dalam workshop ini menghadirkan pembicara Anwar Sutoyo Prodi S2 Bimbingan Konseling islam PPS UNNES dan Suwarjo Program studi Bimbingan Dan Konseling Islam UNY sebagaimana Mengaplikasikan Keterampilan Dasar Konseling perpaduan tepat antara ekspresi tubuh rileks dengan kesiap-siagaan yang mengandung pesan bahwa antara A dan B merasa nyaman dan menerima apa adanya sedangkan kesiap-siagaan adalah perhatian konselor yang ditujukan melalui ekspresi tubuh yang menyiratkan pesan bahwa merasa apa yang diceritakan adalah penting, dan sungguh memahaminya.
Setiap segala sesuatu permasalahan yang ada di dunia ini pasti ada jawabannya di dalam Al-qur’an dan Hadist Sunnah rosulullah S.A.W. karena dalam mengembangkan fithrah pada intinya adalah mengembangkan iman, maka perlu diingat bahwa iman bukan hanya pengakuan dari mulut akan tetapi lebih dari itu adalah membenarkan dengan hati dan mewujudkan dalam amal perbuatan dan iman sesuatu yang amat penting bagi kehidupan manusia di dunia dan akhirat, dan oleh sebab itu manusia harus memelihara dan menyuburkannya ujar “Anwar Sutoyo.
Suwarjo” menambahkan konselor harus mencermati pokok-pokok pikiran dan perasaan untuk mengingat dalam hati, mengindentifikasi dalam hati, lalu pada saat yang tepat mengungkapkan kembali kepada konseli dengan gaya Bahasa dan kalimat konselor sendiri sebabnya dalam pemecahan masalah, konselor hanya memfasilitasi atau membantu konseli untuk mengambil tindakan nyata kearah pemecahan masalah dengan bantuan konselor dilakukan dengan membantu konseli dalam mengekplorasi, memahami, menentukan, menilai berbagai alternative, menetapkan alternative yang baik, mendorong komitmen dalam melaksanakan alternative yang telah ditentukan/dipilih dari sebuah masalah-masalah yang ada”. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar